APLIKASI ASTAXANTHIN DARI HAEMATOCOCCUS PADA BENIH KERAPU SUNU (Plectropomus leopardus) TERHADAP TOTAL KAROTENOID DAN PROFIL DARAH

Daniar Kusumawati, Ketut Mahardika, Ketut Maha Setiawati

Abstract


Haematococcus merupakan alga yang kaya karotenoid dari jenis astaxanthin yang tidak hanya berpotensi sebagai sumber pigmen merah tetapi juga sebagai antioksidan. Aplikasi haematococcus telah dilakukan pada larva kerapu sunu dan menunjukkan adanya perbaikan peformansi warna merah yang cukup signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh haematococcus sebagai sumber astaxanthin terhadap pertumbuhan, total karotenoid, dan profil darah (hematokrit dan haemoglobin) pada juvenil ikan kerapu sunu. Benih kerapu sunu ukuran panjang rata-rata 14,07 ± 0,07 cm dan bobot rata-rata 45,92 ± 6,35 g dipelihara dalam jarring berukuran 0,5 m x 0,5 m x 1 m yang diletakkan dalam bak beton ukuran 3 m x 1,2 m x 1,2 m. Kepadatan ikan tiap jaring adalah lima ekor. Perlakuan yang diujicobakan adalah penambahan haematococcus ke dalam pakan buatan dengan dosis dan kompisisi sebagai berikut: A) 1% dari berat pakan, B) 1% dari berat pakan + 10% minyak ikan, dan C) 0% (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan haematococcus ke dalam pakan tidak memberikan perbedaan nyata terhadap pertumbuhan mutlak panjang dan bobot, serta laju pertambahan panjang dan bobot (P value > 0,05). Penambahan haematococcus memberikan perbedaan nyata (P value < 0,05) terhadap konversi pakan di mana perlakuan A (1,99 ± 0,09); B (2,12 ± 0,14); dan C (2,28 ± 0,09). Penambahan haematococcus memberikan peningkatan terhadap akumulasi kandungan total karoten, hematocrit, dan haemoglobin darah.

Haematococcus, an alga rich in carotenoids of the astaxanthin type, not only has the potential as a source of red pigment but also as an antioxidant. The purpose of this study was to determine the effects of hematococcus as astaxanthin source on the growth, total carotenoids, and blood profile (hematocrit and hemoglobin) of coral trout grouper juvenile. Coral trout grouper seed with an average length of 14.07± 0.07 cm and an average weight of 45.92 ± 6.35 g were maintained in a net cage measuring 0.5 m x 0.5 m x 1 m placed in a 3 m x 1.2 m x 1.2 m concrete tank. Fish density per net was five fish. The treatment tested was the addition of haematococcus into the artificial feed with the following dosages and compositions: A) 1% of the weight feed, B) 1% of the weight feed + 10% fish oil, C) 0% (control). The results showed that the addition of haematococcus to the feed did not give a significant difference to the absolute growth of length and weight and also specific growth and length rate (P-value > 0.05). The addition of haematococcus gave a significant difference (P-value < 0.05) to feed conversion ratio between treatment A, B and C with the values of 1.99 ± 0.09, 2.12 ± 0.14, and 2.28 ± 0.09, respectively. The addition of haematococcus also increased the levels of total carotene content, hematocrit, and hemoglobin. This study suggests that the application of haematococcus could significantly improve the red color performance of trout grouper larvae.


Keywords


kerapu sunu; haematococcus; total karoten; profil darah; coral trout; haematococcus; total carotene; blood profile

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/ma.14.2.2019.113-122


Creative Commons License
Media Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1907-6762
e-ISSN 2502-9460

Find in a library with WorldCatCrossref logologo ROAD

Dimensions logo