PENGARUH KEPADATAN TELUR BERBEDA PADA PENETASAN TELUR IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) DENGAN MENGGUNAKAN WADAH CORONG KACA
Raden Muhammad Ibnu Mustaqim, Maria Gorety Eny K, Melta Rini Fahmi
Abstract
Tingginya permintaan ikan patin menuntut ketersediaan benih yang berkelanjutan. Salah satu permasalahan dalam pembenihan ikan patin siam adalah rendahnya daya tetas telur. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tetas telur ikan patin siam dan mengacu pada SNI 7982: 2014 yaitu dengan menerapkan sistem macdonaldjars atau dikenal dengan penetasan menggunakan wadah corong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan wadah corong kaca dengan kepadatan telur ikan patin siam berbeda terhadap Fertilization Rate. Hatching Rate. Survival Activity Index dan tingkat kenormalan larva ikan patin siam. Dalam penelitian ini rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing adalah kepadatan A 1.000 butir/liter (1,2 gram), B 1.200 butir/liter (1,4 gram), C 1.400 butir/liter (1,6 gram) dan D 1.600 butir/liter (1,8 gram). Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kepadatan telur tidak berpengaruh signifikan (0,225) terhadap daya tetas telur ikan patin. Rata-rata tingkat pembuahan telur. daya tetas telur. dan tingkat ketahanan larva terbaik yaitu pada perlakuan D (1.600 butir/liter) dengan persentase pembuahan 62 ± 2,69%, dan daya tetas telur sebesar 68 ± 0,58% serta nilai SAI yaitu 24,26 dengan lawa waktu ketahanan yaitu 8 hari 6 jam. Sedangkan pengamatan tingkat kenormalan larva ikan patin siam pada saat penelitian yaitu larva 100% normal dan tidak ada deformity.
Keywords
Kata kunci: Fertilization rate; hatching rate; ikan patin siam; kepadatan telur; SAI