PENGARUH PENAMBAHAN ZAT PENGATUR TUMBUH Indoled Acetic Acid (IAA) dan Benzyl Adenin (BA) PADA PERTUMBUHAN KALUS RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii SECARA IN VITRO DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR, SULAWESI SELATAN
Rumput laut secara ekonomis menjadi penting karena mengandung karagenan, agar, dan alginat. Potensinya yang tinggi menggerakkan usaha budidaya rumput laut secara masif diberbagai wilayah laut Indonesia. Namunsaat ini produktifitas rumput laut belum optimal karena bibit berasal dari alam tidak kontinu dan bergantung pada musim, disamping adanya penurunan kualitas genetik, kualitas lingkungan dan penyakit. Kultur jaringan rumput laut menunjang pengembangan usaha budidaya dengan penyediaan bibit berkualitas secara kontinyu tanpadipengaruhi oleh musim. Perekayasaan bertujuan melakukan perbanyakan bibit Kappaphycus alvarezii dengan teknik kultur jaringan. Parameter kerekayasaan meliputi metode pengadaptasian indukan kandidat eksplan, formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT) induksi kalus dan embrio somatik, serta mikropropagul. Hasil penelitian menunjukkan pengadaptasian indukan rumput laut dilakukan dengan penambahan pupuk PES 5ml/L, Penelitian ini dilakukan selama 75 hari). Terdapat 6 perlakuan dengan berbagai macam dosis yaitu pada perlakuan (A : 0 mg/l IAA dan 0 mg/l BA), (B : 0,50 mg/l IAA dan 1 mg/l BA), (C : 0,75 mg/l IAA dan 2mg/l BA), (D : 1 mg/l IAA dan 3 mg/l BA), (E : 1,25 mg/l IAA dan 4 mg/l BA), dan (F : 1,50 mg/l IAA dan 5 mg/l BA), dimana masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi formulasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Indole Acetic Acid (IAA) dan Benzyl Adenin (BA) berpengaruh sangat nyata terhadap laju regenerasi, sintasan dan struktur kalus terhadap pertumbuhan kalus rumput laut K. alvarezii yang terbaik pada perlakuan F dengan konsentrasi 1,50 mg/l IAA dan 5 mg/l BA menghasilkan, sintasan rata-rata sebesar 88,88%, dan struktur kalus yang terbentuk ialah kristal dan berwarna putih.
Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, Kultur jaringan, Zat Pengatur Tumbuh
Keywords
Kappaphycus alvarezii, Kultur jaringan, Zat Pengatur Tumbuh