PENILAIAN MUTU DAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) PADA KAPAL PASCA PRODUKSI DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU
Retno Dwi Utari, Eko Sri Wiyono, Kasful Anwar
Abstract
Penilaian mutu ikan merupakan tahap penting untuk menjamin kelayakan konsumsi dan nilai jual hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) pada kapal pascaproduksi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu berdasarkan parameter organoleptik, fisik, dan penanganan pascapanen. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dengan awak kapal, pengambilan sampel ikan, serta pengujian mutu menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) 4110:2020. Parameter yang dinilai mencakup kenampakan, tingkat pengeringan, perubahan warna, kondisi fisik ikan beku, dan kualitas visual. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ikan cakalang memiliki mutu baik dengan nilai organoleptik rata-rata 7–8 (skala 1–9). Variasi mutu dipengaruhi oleh durasi penangkapan, metode pendinginan di kapal, serta kebersihan wadah penyimpanan. Kelemahan yang ditemukan adalah belum optimalnya penerapan SOP penanganan, keterbatasan pelatihan awak kapal dalam pengoperasian Air Blast Freezer (ABF), serta fluktuasi suhu ruang penyimpanan yang sering melebihi standar SNI yaitu diatas –18 °C, sehingga berpotensi menurunkan kualitas ikan beku. Secara umum, mutu ikan cakalang di PPN Palabuhanratu masih layak konsumsi dengan potensi nilai jual tinggi. Namun, peningkatan konsistensi penanganan pascaproduksi, implementasi teknologi pendinginan optimal, serta pelatihan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjaga mutu. Selain itu, penerapan SOP berbasis mutu dan pengendalian rantai dingin yang ketat menjadi kunci dalam mempertahankan kualitas ikan sekaligus mendukung nilai jual yang kompetitif.