Analisis Penanganan Ikan Biji Nangka (Upeneus moluccencis) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Sumatera Utara

Natazia O. R. Elga Sinaga, Patinur Patinur

Abstract


Ikan biji nangka (Upeneus moluccensis) merupakan salah satu hasil tangkapan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi serta tergolong salah satu hasil tangkapan terbanyak yang didaratkan di PPS Belawan. Namun, apabila tidak dilakukan penanganan pasca panen yang baik maka mutu ikan akan cepat menurun dan berdampak pada nilai ekonominya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur penanganan ikan biji nangka hasil tangkapan jaring hela ikan berkantong (JHIB) serta mengevaluasi mutu kesegarannya berdasarkan uji organoleptik dan suhu pada saat sebelum dan setelah penanganan. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Agustus 2025 dengan metode observasi partisipatif, wawancara serta pengambilan sampel untuk uji oganoleptik dan suhu produk. Pengujian mutu organoleptik menggunakan score sheet SNI 2729:2021 dan pengukuran suhu dengan termometer digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan penanganan ikan biji nangka di PPS Belawan meliputi pembongkaran, pencucian, penyortiran, penimbangan, dan distribusi. Suhu rata-rata ikan biji nangka sebelum pembongkaran adalah 2,9°C dan suhu akhir ikan 6,3°C. Peningkatan suhu ikan setelah proses penanganan disebabkan oleh tidak diterapkannya sistem rantai dingin selama proses penanganan. Hasil uji organoleptik menunjukkan ikan masih tergolong segar dengan rata-rata nilai 8,04 (standar SNI yaitu ≥7).  Kesimpulannya, mutu ikan biji nangka di PPS Belawan masih dalam kategori segar, namun penerapan prinsip penanganan ikan (bersih, cepat, dingin dan hati-hati) dan manajemen rantai dingin perlu ditingkatkan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan secara berkelanjutan.


Keywords


goatfish; organoleptic; handling; Belawan Ocean Fishing Port

Full Text:

PDF

References


Afrianto, E., & Liviawaty, E. (2005). Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Bandung: Yrama Widya.

Andri. (2023). Cara penanganan ikan yang baik. Jurnal Perikanan.

Dahuri, R. (2020). Pembangunan sektor perikanan dan kelautan sebagai pilar ekonomi nasional. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(2), 345–356.

DKP Bangka Belitung. (2021). Pentingnya informasi harga ikan dalam pengendalian fluktuasi harga ikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hadiwiyoto, S. (1993). Teknologi pengolahan hasil perikanan. Liberty.

Handoko, Y. P., & Yuniarti, T. (2023). Penanganan ikan hasil tangkapan di atas kapal dan pendaratan. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan, 1, 123. https://doi.org/10.15578/jkpt.v1i0.12155

Hutapea, R., Achmad, A., & Pramesti, T. (2025). Identifikasi hasil tangkapan dan tingkat kesegaran hasil tangkapan. Authentic Research of Global Fisheries Application Journal (Aurelia Journal), 7, 21–32. https://doi.org/10.15578/aj.v7i1.15500

Kala’Tiku, Y., Kaparang, F. E., & Modaso, V. O. J. (2023). Studi penurunan suhu palka dan ikan hasil tangkapan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap, 8, 47–54. https://doi.org/10.35800/jitpt.8.2.2023.47988

Lubis, E. (2018). Kajian peran strategis pelabuhan perikanan terhadap pengembangan perikanan laut: Study of fishing port toward marine fisheries development. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 5(2).

Mailoa, M. N., Savitri, I. K. E., Lokollo, E., Kdise, S. S., Teknologi, J., Perikanan, H., Perikanan, F., & Kelautan, I. (2020). Mutu organoleptik ikan layang segar selama penjualan di pasar tradisional Kota Ambon. Majalah BIAM, 1.

Nikijuluw, V. P. H. (2002). Rezim Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut. Jakarta: PT Pustaka Cidesindo

Permatasari, E. (2015). Kegiatan distribusi ikan hasil tangkapan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu.

Pratama, M. A. (2025). Proses penanganan ikan tuna di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus. South East Asian Water Resources Managements, 2.

Ramadhan, M., & Setiyono, B. (2019). Pengolahan citra untuk mengetahui tingkat kesegaran ikan menggunakan metode transformasi. Jurnal Sains dan Seni ITS, 8.

Saanin, H. (1984). Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan di Indonesia. Jakarta: Bina Cipta.

Syahputri, R. V., Yani, A. H., & Zain, J. (2025). Komposisi hasil tangkapan purse seine nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Provinsi Sumatera Utara. Jipas: Ilmu Perairan, 13(2), 309–313.

Tani, V., & Siahaan, I. C. M. (2020). Teknik penanganan ikan hasil tangkapan di atas kapal purse seine. Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, 15, 63–73.

Untari, D. S., Wibowo, T. A., & Pamungkas, I. W. (2023). Identifikasi kualitas kesegaran dan nilai keasaman (pH) ikan laut di Kota Metro Provinsi Lampung. Jurnal Ilmiah AgriSains, 24, 159–169. https://doi.org/10.22487/jiagrisains.v24i3.2023.159-169

Wibowo, R. (2019). Manajemen penanganan ikan di atas kapal untuk mempertahankan kesegaran. Jurnal Perikanan Tangkap, 5(2), 55–63.

Winthy, S. (2024). Handling ikan.

Yonvitner, Butet, & Pujiastuti. (2009). Lunar moon phase terhadap tangkapan. Jurnal Perikanan, 14.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/psnp.20022

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

ISSN: 2964-8408

No URL