Evaluasi Penggunaan Ekstrak Lamun Sebagai Bahan Aktif Antifouling Terhadap Produsen Perairan

Rachma Puspitasari

Abstract


Penggunaan TBT sebagai cat antifouling telah dilarang di dunia, oleh karena itu diperlukan bahan alternatif yang dapat menggantikannya. Fase awal dari fouling adalah pembentukan biofilm yang melibatkan bakteri. Cymodocea serrulata dan Syringodium isoetifolium diketahui berpotensi antibakteri terhadap Vibrio harveyii dan Bacillus subtilis. Sebelum dikembangkan lebih jauh sebagai bahan aktif cat antifouling, perlu diteliti keamanan dari lamun tersebut terhadap produsen primer perairan, salah satunya Chaetoceros graclis. Ekstrak kedua jenis lamun tersebut dipaparkan terhadap diatom selama 96 jam pada kondisi laboratorium dan dianalisis pengaruhnya terhadap pertumbuhan fitoplankton. Ternyata, S.isoetofolium menunjukkan penghambatan pertumbuhan diatom. Hasil dari uji anti bakteri dan bioassay menunjukkan bahwa lamun C. serrulata lebih potensial untuk dikembangkan sebagai bahan aktif cat antifouling daripada S. isoetifolium.


Keywords


diatomae, fouling, C. serrulata, S. isoetifolium

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/segara.v12i1.7654

Copyright (c) 2019 Jurnal Segara


Index By

google scholar google scholar google scholargoogle scholargoogle scholargoogle scholargoogle scholar

View My Stats